Dalam produksi sebenarnya, karena pengaruh berbagai faktor, roller mesin pelet sering kali perlu disesuaikan. Tujuan penyetelan roller mesin pelet adalah:
1. Kontrol bentuk dan ukuran pelet: Dengan menyesuaikan tekanan dan celah roller, bentuk dan ukuran pelet dapat dikontrol untuk memenuhi kebutuhan produk yang berbeda.
2. Meningkatkan kepadatan dan kekerasan pelet: Dengan meningkatkan tekanan roller, kepadatan dan kekerasan pelet dapat ditingkatkan, membuat produk lebih kuat dan tahan lama.
3. Menjamin stabilitas dan kontinuitas produksi: Dengan mengatur roller mesin pelet, stabilitas dan kontinuitas produksi dapat terjamin, efisiensi produksi dapat ditingkatkan, dan tingkat scrap dapat dikurangi.

| Model | Kapasitas | Kekuatan | Dimensi |
| 125 | 80-100kg/jam | 3kw | 110*35*70 cm |
| 150 | 120-150kg/jam | 4kw | 115*35*80cm |
| 210 | 200-300kg/jam | 7.5kw | 115*45*95cm |
| 260 | 500-600kg/jam | 15kw | 138*46*100cm |
| 300 | 700-800kg/jam | 22kw | 130*53*105cm |
II. Metode penyesuaian roller mesin pelet
1. Penyesuaian manual: Penyesuaian manual cocok untuk produksi skala kecil dan skala kecil. Metode spesifiknya adalah sebagai berikut:
(1) Matikan daya mesin pelet dan pastikan peralatan dalam keadaan mati.
(2) Lepaskan penutup pelindung rol dan kendurkan sekrup pengencang pada kedua sisi rol.
(3) Gunakan kunci pas atau tang ujung terbuka untuk mengatur posisi roller ke celah yang diperlukan. Berhati-hatilah untuk menjaga jarak antara rol di kedua sisi tetap konsisten.
(4) Setelah penyetelan selesai, kencangkan kembali sekrup dan pasang penutup pelindung.
(5) Nyalakan mesin untuk operasi percobaan dan periksa efek penyesuaiannya.
2. Penyesuaian otomatis: Penyesuaian otomatis cocok untuk produksi berkelanjutan skala besar. Metode spesifiknya adalah sebagai berikut:
(1) Atur celah roller dan nilai tekanan yang diperlukan pada panel kontrol.
(2) Sensor akan mendeteksi posisi dan tekanan roller, dan secara otomatis menyesuaikan posisi dan tekanan roller melalui sistem kontrol.
(3) Setelah penyetelan selesai, periksa apakah posisi dan tekanan roller memenuhi persyaratan dan lakukan penyetelan yang diperlukan.
(4) Pantau terus status kerja roller untuk mendeteksi dan menangani situasi abnormal secara tepat waktu.
